Lazada Indonesia

Pengertian Tentang EV/EBITDA

EV singkatan dari Enterprise Value. Dan EBITDA singkatan dari Earning Before Interest, Tax, Depreciation and Amortization.

EBITDA menunjukkan berapa arus masuk dana ke sebuah perusahaan, setelah dikurangi beban usaha tetapi sebelum dikurangi beban bunga, Pajak, Depresiasi dan Amortisasi. Faktor Interest, Tax, serta Depresiasi dan Amortisasi yang dimasukkan dalam satu kelompok tersendiri, karena dalam pembayarannya tidak dilakukan sekaligus dan masih ada kemungkinan perubahan.

Secara teoritis nilai sebuah perusahaan adalah Arus dana yang terakumulasi dari hasil usaha dan Investasi perusahaan atas dana/resource yang masuk.

Perusahaan yang memiliki EV/EBITDA rendah bisa dipandang sebagai calon sasaran yang baik atau tempat investasi yang baik bagi para investor.

Rasio EV/EBITDA ini mirip dengan rasio PER bahkan lebih canggih. Tidak percaya? Tanya sama Embah!

"Hikmat adalah sama baiknya dengan warisan dan merupakan suatu keuntungan bagi orang-orang yang melihat matahari. Karena perlindungan hikmat adalah seperti perlindungan uang. Dan beruntunglah yang mengetahui bahwa hikmat memelihara hidup pemilik-pemiliknya."
(Pengkhotbah 7:11-12)
KRITERIA SAHAM YANG BAGUS

Perhatikan: Profit & Lost Statement, Balance Sheet dan Cash Flow Statement.

Selain Reuters dan FT.com bisa juga dilihat di Indo Primer.

ROA (Return On Asset): Semakin besar persentasenya semakin baik untuk bank 30%, umum 15-25%.

ROE (Return On Equity): Harus konsisten di atas 15% - 25%, Jika ROE di bawah 7% Jangan beli!

NPM (Net Profit Margin): Masih bisa ditoleransi, lakukan study banding dengan saham sejenis. Pilih yang marginnya lebih besar.

OPM (Operating Profit Margin): Tidak ada patokan! Semakin besar nilai OPM saham semakin baik.

DER (Debt To Equity Ratio): Harus < 3. Nilai harus konsisten dan kalau bisa menurun! kecuali untuk saham saham Perbankan!

QR (Quick Ratio): Masih bisa ditoleransi. Kalau bisa minimum 0.8

PER (Price Earning Ratio): PER < 10 = murah, sedangkan 20 = mahal. Semakin kecil nilai PER saham semakin baik.

PBV (Price to Book Value): Tidak ada patokan! Semakin kecil nilai PBV saham semakin baik.

EPS (Earning Per Share): Saham yang bertumbuh sebaiknya EPS kuartal terakhir meningkat min 15% dibanding periode sebelumnya.

Belajar dari: Saham Fundamental dan Analisa Saham.